Visi Tauhid (Untuk saudaraku di Madrasah Kehidupan)

January 28th, 2008 by bloro

Slalu merindukan,
Saudara-saudara madrasah kehidupan.
Manusia-manusia yang tlah merelakan ambisi duniawinya.
Untuk totalitas dialihkan kepada tujuan hidup sebenarnya.
Menjaga kemurnian visi kehidupan.
Bersih dari ambisi tahta, harta, popularitas dan berhala-berhala lainnya.
Visi yang menembus batas keegoisan diri.
Visi yang menembus batas keegoisan golongan.
Visi yang membuat kita menyembunyikan kebajikan yang dilakukan.
Visi menuju Sesuatu Yang Lebih Besar dari semua tujuan hasrat yang ada.
Visi yang membuat kehidupan menjadi penuh makna.
Visi yang menumbuhkan hasrat besar untuk berbuat kebajikan dari setiap nafas yang dihembuskan.
Visi yang melahirkan energi yang menggerakkan pada setiap untaian kata yang terucapkan.
Beruntunglah kita yang mampu meresapkan visi ini kedalam setiap denyut nadinya.
Sebagai sebuah harga dari kesungguhan mencintai-Nya.
Dan sebentar lagi kebesaran jiwa kan segera datang menjelma.

Harga Diri

January 12th, 2008 by bloro

Terbaca dari karya Pramudya,Bumi Manusia.
Pada masa perjuangan kemerdekaan sedang menggema.
Tentang anak pribumi yang mencoba meraih mimpi.
Mensejahterakan orang-orang yang dicintai.
Meraih cinderamata dunia yang menjadi ambisinya.
Tawaran dari company begitu menggiurkan hati.
Mengambil resiko dari hilangnya harga diri.
Berpaling dari segala derita rakyat yang terserap kekayaan tanahnya.
Tanpa diganti dengan  harta sepeserpun jua.
Seperti halnya menempelkan seekor lintah yang menyerap darah  ditangan  sendiri.
Seperti halnya pertanyaan Bonang kepada Kalijaga.
Adakah sama kain putih yang dicuci dengan air suci
Dengan kain putih yang dicuci dari air selokan?
Tentu tak sama hasilnya.
(Resensi Bumi Manusia,Pramoedya Ananta)

Konsepsi Kesuksesan(Sebuah Subjektivitas Perenungan)

December 27th, 2007 by bloro

Terheran…

Banyak orang berlomba mengejar harta ataupun tahta ataupun popularitas ataupun perhiasan dunia lainnya dan menjadikannya anak tangga mencapai puncak definisi dari kesuksesan, yang mereka harapkan mampu membawa hati mereka pada keabadian kebahagiaan.Namun banyak dari mereka yang akhirnya kecewa karena tak mampu mengecap manisnya hakikat kesuksesan.Kegelisahan,keresahan dan penderitaan yang ternyata mereka dapatkan.Kebahagiaan yang menjadi tujuan bukanlah keabadian,fatamorgana ditengah sengatan terik gersangnya padang pasir.Seperti gersang dan panas teriknya hati mereka.Hampa tak bermakna.

Namun penderitaan yang berbeda, yang dirasakan para nafas penolak pemujaan terhadap dunia,telah mengantar mereka menemukan konsepsi yang berbeda tentang kesuksesan hakiki.Yang ternyata mampu membuat mereka menemukan keabadian kebahagiaan.Penderitaan yang terasa karena penolakan terhadap kenikmatan dunia telah memaksa mereka fokus mencari sumber mata air kebahagiaan lainnya.Yang pada akhirnya menjadi anak tangga dalam mendekatkan diri kepada Sang Sumber dari segala sumber mata air kebahagiaan abadi.

Amat beratnya godaan keduniawian memunculkan beratnya penderitaan,yang sangat efektif untuk mendekatkan hati mereka kepada Sumber Kebahagiaan,yang pada akhirnya membawa mereka mencapai puncak dari konsepsi kesuksesan hakiki. Disinilah mereka merasa telah memiliki "harta" yang tak terkira harganya dibandingkan dengan segala intan permata dunia.Inilah kekayaan hakiki bagi mereka yang totalitas mengabdikan diri kepada Sang Sumber Kebahagiaan Abadi.

La Ode

December 15th, 2007 by bloro

Begitu halus tutur katamu seolah lagu termerdu.

Begitu indah bunga akhlakmu.

Diatas karya sulam itu.

Tampilkan kebajikan seorang ibu.

Dengarlah detak jantung anakmu.

Yang kau tanam dirahimmu dulu.

Seakan pasrah menerima semua warna yang engkau punya.

Segala rasa yang engkau bina.

Kuharapkan pada Tuhanku balasan dari kesungguhanmu.

Kaitkan jiwa bagai karya sulam itu.

Kuharapkan balasan dari keikhlasanmu.

Sirami benih yang kau tabur dalam jiwaku.

Jelas,rakit pagar maikn kuat .

Tak goyah walau terusik unggas.

Kutahu pintamu pada Tuhan Mulia .

Agar dijauhkan-Nya sifat yang manja.

Membentuk warna jiwanya.

Diantara lingkup manusia .

Diarena yang bau busuknya luka.

Bukakan mata pada dunia.

Lewatkan baja dalam hatinya.

Kalungkan tabah kala derita.

Kutahu dari air mata sujudmu.

Semoga Ia mendengarnya.

Dengarlah pinta kami sebagi anaknya

Lingkupilah ia dengan wangi surga.

Kesederhanaan Jerami

December 14th, 2007 by bloro

Pagi ini terasa indah sekali…
Seperti saat kami terbangun dari atas jerami,
Ketika kami harus menjaga butir-butir padi,
Menyemai hasil yang kemalaman.
Melaksanakan titah dr imam Madrasah Kehidupan.
Enam tahun lalu,Berdua saja,cukup berdua.
Menyilangkan jemari kedua tangan,meletakkan dibawah kepala.
Merenung dipinggir pematang, berbaring pandangi rembulan.
Sambil berbagi tentang kehidupan,
Mencoba menggali makna hidup,
Untuk apa kita ada,
Untuk siapa kita hadir didunia,
Bahkan sampai kepada suatu tanya,
Siapa yang seharusnya kami tempatkan ditempat tertinggi dihati,
Adakah langit memberikan jawabnya?
Adakah dingin angin malam menyapu segala tanya?
Adakah lagu merdu alam saat ramai malam mampu hapuskan kegundahan?
Mencoba menemukan jawaban dari cahaya venus di ufuk timur,
Berusaha melempar tanya kpd kehangatan cahaya rembulan,
Membaca pergerakan bintang jatuh dari utara keselatan,
Setelah beberapa lama,
Tanpa terduga kesederhanaan pemikiran telah memberikan kami jawabnya.
Semua yang ada terasa menyuarakan solusinya.
Angin yang menggetarkan hijaunya dedaunan,
Kekhasan nyanyian katak,
Kemisteriusan nyanyian burung malam,
Nada merdu dari daun-daun pepadian yang bergesekan,
Menggoreskan nuansa kesederhanaan kehidupan.
Semua serasa taat kepada-Nya,semua memuji-Nya,semua tunduk berserah diri kepada-Nya,tak ada pengingkaran apalagi pemberontakan.
Memaksa hati kami untuk sukarela berjanji.
Berjanji bersama dengan janji alam semesta.
Janji yang akhirnya mendatangkan kebahagiaan hakiki kemudian hari.
Janji yang terbungkus kesederhanaan kejujuran hidup ini.
Janji yang terukir saat kami merasa tak mempunyai apa-apa dari cinderamata dunia ini.
Janji yang membuat kami merelakan ditempat kedua dari rasa cinta thdp dunia.
Janji untuk mencurahkan gerak jiwa raga pada Sang Pusat alam semesta.
Kesederhanaan jerami saksi  janji ini.
(untuk satu saudara di madrasah kehidupan,begitu rindunya saya untuk bisa tidur bersama lagi diatas jerami,betapa rindunya jiwa ini untuk bisa bercengkrama dgn buah hati yang engkau sayangi,semoga keluarga mas menjadi keluarga yang setia pada janji,keluarga yang mencurahkan geraknya pd Sang Pusat alam semesta hingga besarlah jiwa-jiwa yang ada didalamnya.Sy tak perlu meragukannya krn mas telah didampingi hawa yang setia jg pada janji kita.Doakan ya suatu saat adikmu bisa mendapatkan spt itu jg (ha-ha-ha nakalnya adikmu).Selmt Berjuang Yah!!!Untuk Sang Pusat dr segala dan almamater madrasah kita)

Gemuruh Hati

December 14th, 2007 by bloro

Walau telah  terazzamkan untuk fokus pd masa depan,
Walau telah terlihat perubahan yang kita ciptakan,
Kampus masih menyisakan gaya hidup dari "kegelapan",
Membuat gemuruh hati ini berkobar lagi,
Kampus masih menggoda sensitivitas hati ini untuk kembali,
Kembali lagi membuat karya-karya nyata untuk merubah paradigma,
Kembali lg merelakan diri menjadi martil perubahan,
Dengan segala derita dan resiko berat yang harus diterima,
Agar mereka lebih mengerti akan eksistensi Sang Pencipta diri mereka,
Menghimpun kembali energi dari sebuah visi menuju lapis langit tertinggi,
Yang sungguh kusesali mengapa bisa mati,
Hanya karena memikirkan diri sendiri,
Hanya karena tercurahkan untuk mengurusi kecintaan duniawi,
Ku ingin sekali lagi,
Meneladani manisnya filosofi gula,
Tak terlihat tapi mampu memberikan rasa yang berbeda,
Semata-mata untuk menjaga kebersihan diri dari motivasi duniawi,
Totalitas seorang hamba yg mengharapkan ridho-Nya.

Kerendahan Hati(LPJ Untuk Tmn2 Asrama PPSDMS Nurul Fikri Tercinta)

November 30th, 2007 by bloro

Hidup bersama para pemikir-pemikir besar.
Hidup bersama para manusia bertalenta besar.
Hidup bersama para manusia yang berkarya besar. 
Hidup bersama para calon pemimpin besar.
Hidup bersama para manusia yang……
Ah….bahkan kata-katapun tak mampu untuk sekedar mendefinisikan segala kelebihan.
Bangga dan bahagia bisa berjumpa dg teman-teman semua.
Bangga dan bahagia Sang Sutradara telah memberikan alur kehidupan yang sedemikian indahnya.
Bangga dan bahagia kita bisa disatukan oleh sebuah visi yang mulia.
Menjadi pemimpin yang bisa melayani saudara lainnya.
Setidaknya itulah gambaran yang terlukis manis dalam lembaran konsep asrama kita(PPSDMS Nurul Fikri Region ITB dan Unpad).
Namun…
Selama tiga bulan kepengurusan asrama,menyadari sepenuhnya diri ini belum bisa maksimal melayani dan memberikan yang terbaik bg tmn-tmn semua.
Belum bisa memberikan teladan bagaimana manjdi pemimpin seharusnya.
Maka dengan segala kerendahan hati,mohon maaf sebesar-besarnya.
Mudah-mudahan terpilih pemimpin baru yang lebih memahami arti kepemimpinan.
Pemimpin baru yang telah diberikan kesadaran motivasi spiritual.
Motivasi yang membentuk paradigma bahwa setiap apa yang dilakukannya adalah bentuk pengabdian pada Sang Pencipta shg meletupkan energi yang tak terkira.
Pemimpin baru yang dihiasi lafal Asmaul Husna dlm sujud2 malamnya shg mampu menginternalisasikan sifat-sifat Illahiah dalam setiap tingkah lakunya, menjadi suri tauladan bg semua.
Pemimpin baru yang penuh takwa shg timbullah benih-benih cinta pada Sumber Kebenaran Hakiki yang membuat ia bersikap tegas memegang kebenaran yg diyakini namun mampu mengemasnya dengan kelembutan kata-kata.
Pemimpin baru yang telah meresap keikhlasannya shg produktif menghasilkan karya nyata membuat kehadirannya mendatangkan manfaat bagi sesama.
Pemimpin baru yang menghiasi diri dg definisi tauhid yang murni shg bersih orientasi dari ambisi duniawi, merdeka untuk berinovasi,tak peduli dengan caci maki, tak peduli dengan sanjung puji, terus  berkarya demi kebaikan bersama.
Pemimpin baru yang menyadari bahwa setiap kebenaran manusia adalah subyektif sifatnya dan kebenaran hakiki adalah milik-Nya sehingga tak merasa memiliki kebenaran hanya ada diakalnya saja, demokratis dan moderatlah ia.
Dan yang lebih utama, akan termanifestasi sikap rendah hati bila saja pemimpin baru menyadari dirinya adalah yang paling tak sempurna dibandingkan yang lainnya, menyadari dirinya adalah yang terbodoh dibandingkan lainnya,menyadari dirinya adalh pelayan utama, dan tentu saja menyadari kebesaran Maha Pencipta.
Semoga saja…
Tutup kata…
Trimakasih pd tmn-tmn yang tlah mendukung dan berusaha maksimal memperbaiki asrama.
Karya nyata dan prestasi-prestasi tlah kita ciptakan (Dikepengurusan ini kita memiliki prestasi yang terbanyak dibandingkan regional lainnya lho!!!he-he narsis),shg kita mampu membuat perubahan signifikan menuju kearah kebaikan.
Unt kepengurusan yang baru,kuteriakkan tanpa ragu:
Untuk Tuhan,Bangsa dan asrama tercinta
Teruslah berprestasi dan berkarya!!!

(Ha-ha lucunya LPJ Sy)

Untuk Tanah Kelahiran 1

November 26th, 2007 by bloro

Telah terbaca semua karya-karya sastra,trimakasih semuanya.
Trimakasih pd Andrea dan Pramoedya yang membuat nadi ini semakin berdetak dg kencangnya.
Nadi yg digerakkan oleh darah yang menyerap saripati tanah yang "terjajah".
"Terjajah" oleh kemiskinan,ketidakadilan,keterbelakangan pendidikan dan segala "penjajahan" tak berperikemanusiaan.
Tanah kelahiran menyimpan beribu-ribu barrel "emas hitam cair" dibawahnya.
Tanah kelahiran menghamparkan "permadani hijau" dipinggir-pinggir desa yang tak ternilai harganya.
Dari literatur yg terbaca di perpustakaan IPB, kualitas kayu jatinya nomor dua didunia setelah kayu Filicinum Argenia dihutan jarum Finlandia.
Dahulu kala…
Malam-malam masa kecil adalah detik-detik yang istimewa.
Ketika menjelang tidur dihiasi ttg kisah-kisah para ksatria padang pasir.
Diiringi oleh suara-suara khas yang berdenyut dari sumur-sumur pompa.
Menimbulkan kesan "misterius","angker","angkuh",namun penuh dengan "pesona".
Ahad pagi, menghirup segarnya nafas rimba raya.
Memeluk pohon jati yang telah di"stempel" dgn cap Perhutani.
Menyuarakan dengan lantang bahwa tak ada lagi harimau-harimau penguasa rimba sejati selain Perhutani.
Kemudian Kami sapa mesin-mesin pemompa yang tampak asing bg para anak-anak desa.
Mereka bagai robot yang berdiri dengan perkasa dan amat angkuh rasanya.
Menunjukkan supremasinya,lambang Pertamina menempel amat lekat disepanjang pipa.
Ah betapa kayanya tanah kelahiran saya.
Betapa maha pemurahnya Ar-Rozzaaq memercikkan karunia segumpal tanah dr taman surga.
Betapa beruntungnya para "pemilik-pemilik" pompa.
Betapa hebatnya "penguasa" rimba.
Namun itu hanyalah "kulit" saja.
Gubug-gubug terbuat dari pelepah pepohonan rimba berdiri,amat sederhana,reot dan hampir rubuh kelihatannya.
Sebagian besar gedung-gedung sumber ilmu tak ada bedanya dengan gudang mesiu.
Saat musim hujan tiba jalan raya bagaikan selokan saja.
Tenggorokan kering kerontang saat kemarau datang.
Kemiskinan tlah memaksa jemari lembut anak-anak disana terkelupas krn berusaha keras memecah kerasnya bebatuan dipersawahan.

Keabadian Persahabatan

November 23rd, 2007 by bloro

Pagi tadi dr balik Gunung Gede,
Malu-malu tunjukkan kecantikannya yg penuh misteri
Terlihat pelangi pagi hari
Harmoni serasi warna-warni
Beginilah seharusnya dunia ini
Penuh keberagaman,penuh perbedaan
Menciptakan spektrum keindahan
Merah,jingga,kuning,hijau,biru ato bahkan hitam
Maka sudah seharusnya keping2 warna itu disatukan
Membentuk keindahan goresan karya lukisan kehidupan
Kuingin menyatukan jiwa-jiwa berserakan
Bersama menapaki cerahnya masa depan
Membuktikan keabadian persahabatan
Satu saat nanti, satu saat nanti…
Mudah-mudahan kita bisa bercengkrama kembali

Alangkah Indah

November 20th, 2007 by bloro

Alangkah indahnya dunia dipandang mata, bagi mereka hamba-hamba yang telah menemukan hakikat pencarian hidupnya.
Semua serasa mendendangkan nada-nada keagungan-Nya.
Tak peduli awan kehidupan gelap gulita atau terang benderang penuh cahaya, mereka tetap merasa bahagia.
Kebahagiaan yang tak sementara namun kan tetap abadi selama mereka msh merasakan nikmat takwa.
Disinilah rasa syukur menemukan definisi seutuhnya.
Disinilah seorang hamba kan menyerahkan segala yang dipunya kpd Sang Pemilik Segala sebagai sebuah akad jual beli yang adil sempurna.
Dan klimaks dari ini semua adalah tersingkapnya tabir yg menghalangi pandangan mata hati dan wajah Yang Dicari mllui jalan ketaatan yg murni.