Archive for April, 2008

METAMORPHOSA

Saturday, April 19th, 2008

Ktika setiap org terlelap dalam buaian mimpinya.

Mereka menghabiskan malamnya bagai seorg rahib.

Berusaha membersihkan hati dari noda-nodanya.

Agar mampu menjadi cermin yang memantulkan keindahan nur-Nya.

Seketika hati tlah menjadi lentera yang memancarkan cahaya dari dasarnya.

Wajah mereka berseri,bercahaya memancarkan keteduhan dan kebahagiaan tak terkira.

Sungguh kenikmatan kehidupan yang tak terdefinisikan.

Sifat-sifat ketuhanan telah meresap dalam setiap denyut nadinya.

Kasih sayangnya meliputi semua.

Siang harinya adalah harimau yang mengaum keras.

Energi kebaikan telah menjadi motor dari tiap langkahnya.

Tak pernah lelah menghasilkan karya-karya tiang keluhuran peradaban.

Mereka telah keluar dari jiwa yg terpenjara kekerdilan.

Jiwa yang terpenjara oleh keegoisan diri dan golongan.

Menjadi jiwa yang besar dan merdeka.

Jiwa yang hidup karena memikirkan penderitaan semua makhluk-Nya.

Hati mereka telah menjadi dawai yang slalu berresonansi bersama jeritan hati manusia.

Menjadi sebuah keresahan yang menggerakkan hasrat kebaikan.

Mereka simpan segala kebaikan krn bukanlah dunia yang mereka harapkan.

Cukuplah keindahan cahaya kebenaran sebagai penggantinya.

Karena mereka tlah bermetamorphosis menjadi pahlawan-pahlawan kebajikan.

kata pertama

Friday, April 4th, 2008

kata pertama sgt layak utk dipercaya.

ketika semua pertanda telah menguatkannya.

ketika ketdkjujuran datang dgn menyakitkan.

ketika kesetiaan berbalas pengkhianatan.

ketika keseriusan terjawab dgn permainan.

ketika smua tak bisa ditrima apa adanya,kembalilah kesadaran akan ketidakpantasan.

maka sgl pengorbanan hanyalah debu yang berterbangan.

semua menguatkan kata pertama.

bagaimana bisa dilakukan,

bila segala yang dipunya tlah diserahkan kepada Sang Kuasa,berani ber"main-main" dgn hukum-Nya adl satu bentuk semu dari kesyrikkan hati yang disembunyikan.

langkahpun smakin termantapkan untuk kembali pd-Nya.

Ujung Pencarian

Tuesday, April 1st, 2008

Bersinarlah aura para pencari kebenaran hakiki.
Kehangatan mentari pagi bersemayam dalam relung hati.
Kesejukan meresap dalam qalbu selembut butir-butir salju.
Mereka telah tenggelam dalam manisnya samudera takwa.
Cahaya telah menjadi pelita bagi hati yang gelap gulita.
Mereka telah menemukan pencarian kehidupan yang sebenar-benarnya.
Hasil dari jerih payah berkelahi dengan keinginan duniawi.
Memurnikan  tujuan kehidupan.
Merendahkan hati, mengikhlaskan diri.
Lelah dan payah kan terbayar sudah.
Dengan harga yang tak murah.
Tiada yang lebih berharga dari kebahagiaan menyingkap tabir.
Tiada bandingannya segala yang ada didunia selain kenikmatan mendapatkan Nur-Nya.
Syukur terungkapkan oleh langkah2 kebajikan.
Hanya untuk-Nya,hanya untuk-Nya saja,nafas mereka ada.
Sebagai  letupan energi kebajikan yang takkan ada habisnya.
Adalah sebuah kepuasan kehidupan penempuh jalan kebenaran.