Kesederhanaan Jerami
Pagi ini terasa indah sekali…
Seperti saat kami terbangun dari atas jerami,
Ketika kami harus menjaga butir-butir padi,
Menyemai hasil yang kemalaman.
Melaksanakan titah dr imam Madrasah Kehidupan.
Enam tahun lalu,Berdua saja,cukup berdua.
Menyilangkan jemari kedua tangan,meletakkan dibawah kepala.
Merenung dipinggir pematang, berbaring pandangi rembulan.
Sambil berbagi tentang kehidupan,
Mencoba menggali makna hidup,
Untuk apa kita ada,
Untuk siapa kita hadir didunia,
Bahkan sampai kepada suatu tanya,
Siapa yang seharusnya kami tempatkan ditempat tertinggi dihati,
Adakah langit memberikan jawabnya?
Adakah dingin angin malam menyapu segala tanya?
Adakah lagu merdu alam saat ramai malam mampu hapuskan kegundahan?
Mencoba menemukan jawaban dari cahaya venus di ufuk timur,
Berusaha melempar tanya kpd kehangatan cahaya rembulan,
Membaca pergerakan bintang jatuh dari utara keselatan,
Setelah beberapa lama,
Tanpa terduga kesederhanaan pemikiran telah memberikan kami jawabnya.
Semua yang ada terasa menyuarakan solusinya.
Angin yang menggetarkan hijaunya dedaunan,
Kekhasan nyanyian katak,
Kemisteriusan nyanyian burung malam,
Nada merdu dari daun-daun pepadian yang bergesekan,
Menggoreskan nuansa kesederhanaan kehidupan.
Semua serasa taat kepada-Nya,semua memuji-Nya,semua tunduk berserah diri kepada-Nya,tak ada pengingkaran apalagi pemberontakan.
Memaksa hati kami untuk sukarela berjanji.
Berjanji bersama dengan janji alam semesta.
Janji yang akhirnya mendatangkan kebahagiaan hakiki kemudian hari.
Janji yang terbungkus kesederhanaan kejujuran hidup ini.
Janji yang terukir saat kami merasa tak mempunyai apa-apa dari cinderamata dunia ini.
Janji yang membuat kami merelakan ditempat kedua dari rasa cinta thdp dunia.
Janji untuk mencurahkan gerak jiwa raga pada Sang Pusat alam semesta.
Kesederhanaan jerami saksi janji ini.
(untuk satu saudara di madrasah kehidupan,begitu rindunya saya untuk bisa tidur bersama lagi diatas jerami,betapa rindunya jiwa ini untuk bisa bercengkrama dgn buah hati yang engkau sayangi,semoga keluarga mas menjadi keluarga yang setia pada janji,keluarga yang mencurahkan geraknya pd Sang Pusat alam semesta hingga besarlah jiwa-jiwa yang ada didalamnya.Sy tak perlu meragukannya krn mas telah didampingi hawa yang setia jg pada janji kita.Doakan ya suatu saat adikmu bisa mendapatkan spt itu jg (ha-ha-ha nakalnya adikmu).Selmt Berjuang Yah!!!Untuk Sang Pusat dr segala dan almamater madrasah kita)