Gemuruh Hati
Walau telah terazzamkan untuk fokus pd masa depan,
Walau telah terlihat perubahan yang kita ciptakan,
Kampus masih menyisakan gaya hidup dari "kegelapan",
Membuat gemuruh hati ini berkobar lagi,
Kampus masih menggoda sensitivitas hati ini untuk kembali,
Kembali lagi membuat karya-karya nyata untuk merubah paradigma,
Kembali lg merelakan diri menjadi martil perubahan,
Dengan segala derita dan resiko berat yang harus diterima,
Agar mereka lebih mengerti akan eksistensi Sang Pencipta diri mereka,
Menghimpun kembali energi dari sebuah visi menuju lapis langit tertinggi,
Yang sungguh kusesali mengapa bisa mati,
Hanya karena memikirkan diri sendiri,
Hanya karena tercurahkan untuk mengurusi kecintaan duniawi,
Ku ingin sekali lagi,
Meneladani manisnya filosofi gula,
Tak terlihat tapi mampu memberikan rasa yang berbeda,
Semata-mata untuk menjaga kebersihan diri dari motivasi duniawi,
Totalitas seorang hamba yg mengharapkan ridho-Nya.