Konsepsi Kesuksesan(Sebuah Subjektivitas Perenungan)
Thursday, December 27th, 2007Terheran…
Banyak orang berlomba mengejar harta ataupun tahta ataupun popularitas ataupun perhiasan dunia lainnya dan menjadikannya anak tangga mencapai puncak definisi dari kesuksesan, yang mereka harapkan mampu membawa hati mereka pada keabadian kebahagiaan.Namun banyak dari mereka yang akhirnya kecewa karena tak mampu mengecap manisnya hakikat kesuksesan.Kegelisahan,keresahan dan penderitaan yang ternyata mereka dapatkan.Kebahagiaan yang menjadi tujuan bukanlah keabadian,fatamorgana ditengah sengatan terik gersangnya padang pasir.Seperti gersang dan panas teriknya hati mereka.Hampa tak bermakna.
Namun penderitaan yang berbeda, yang dirasakan para nafas penolak pemujaan terhadap dunia,telah mengantar mereka menemukan konsepsi yang berbeda tentang kesuksesan hakiki.Yang ternyata mampu membuat mereka menemukan keabadian kebahagiaan.Penderitaan yang terasa karena penolakan terhadap kenikmatan dunia telah memaksa mereka fokus mencari sumber mata air kebahagiaan lainnya.Yang pada akhirnya menjadi anak tangga dalam mendekatkan diri kepada Sang Sumber dari segala sumber mata air kebahagiaan abadi.
Amat beratnya godaan keduniawian memunculkan beratnya penderitaan,yang sangat efektif untuk mendekatkan hati mereka kepada Sumber Kebahagiaan,yang pada akhirnya membawa mereka mencapai puncak dari konsepsi kesuksesan hakiki. Disinilah mereka merasa telah memiliki "harta" yang tak terkira harganya dibandingkan dengan segala intan permata dunia.Inilah kekayaan hakiki bagi mereka yang totalitas mengabdikan diri kepada Sang Sumber Kebahagiaan Abadi.