Archive for November, 2007

Kerendahan Hati(LPJ Untuk Tmn2 Asrama PPSDMS Nurul Fikri Tercinta)

Friday, November 30th, 2007

Hidup bersama para pemikir-pemikir besar.
Hidup bersama para manusia bertalenta besar.
Hidup bersama para manusia yang berkarya besar. 
Hidup bersama para calon pemimpin besar.
Hidup bersama para manusia yang……
Ah….bahkan kata-katapun tak mampu untuk sekedar mendefinisikan segala kelebihan.
Bangga dan bahagia bisa berjumpa dg teman-teman semua.
Bangga dan bahagia Sang Sutradara telah memberikan alur kehidupan yang sedemikian indahnya.
Bangga dan bahagia kita bisa disatukan oleh sebuah visi yang mulia.
Menjadi pemimpin yang bisa melayani saudara lainnya.
Setidaknya itulah gambaran yang terlukis manis dalam lembaran konsep asrama kita(PPSDMS Nurul Fikri Region ITB dan Unpad).
Namun…
Selama tiga bulan kepengurusan asrama,menyadari sepenuhnya diri ini belum bisa maksimal melayani dan memberikan yang terbaik bg tmn-tmn semua.
Belum bisa memberikan teladan bagaimana manjdi pemimpin seharusnya.
Maka dengan segala kerendahan hati,mohon maaf sebesar-besarnya.
Mudah-mudahan terpilih pemimpin baru yang lebih memahami arti kepemimpinan.
Pemimpin baru yang telah diberikan kesadaran motivasi spiritual.
Motivasi yang membentuk paradigma bahwa setiap apa yang dilakukannya adalah bentuk pengabdian pada Sang Pencipta shg meletupkan energi yang tak terkira.
Pemimpin baru yang dihiasi lafal Asmaul Husna dlm sujud2 malamnya shg mampu menginternalisasikan sifat-sifat Illahiah dalam setiap tingkah lakunya, menjadi suri tauladan bg semua.
Pemimpin baru yang penuh takwa shg timbullah benih-benih cinta pada Sumber Kebenaran Hakiki yang membuat ia bersikap tegas memegang kebenaran yg diyakini namun mampu mengemasnya dengan kelembutan kata-kata.
Pemimpin baru yang telah meresap keikhlasannya shg produktif menghasilkan karya nyata membuat kehadirannya mendatangkan manfaat bagi sesama.
Pemimpin baru yang menghiasi diri dg definisi tauhid yang murni shg bersih orientasi dari ambisi duniawi, merdeka untuk berinovasi,tak peduli dengan caci maki, tak peduli dengan sanjung puji, terus  berkarya demi kebaikan bersama.
Pemimpin baru yang menyadari bahwa setiap kebenaran manusia adalah subyektif sifatnya dan kebenaran hakiki adalah milik-Nya sehingga tak merasa memiliki kebenaran hanya ada diakalnya saja, demokratis dan moderatlah ia.
Dan yang lebih utama, akan termanifestasi sikap rendah hati bila saja pemimpin baru menyadari dirinya adalah yang paling tak sempurna dibandingkan yang lainnya, menyadari dirinya adalah yang terbodoh dibandingkan lainnya,menyadari dirinya adalh pelayan utama, dan tentu saja menyadari kebesaran Maha Pencipta.
Semoga saja…
Tutup kata…
Trimakasih pd tmn-tmn yang tlah mendukung dan berusaha maksimal memperbaiki asrama.
Karya nyata dan prestasi-prestasi tlah kita ciptakan (Dikepengurusan ini kita memiliki prestasi yang terbanyak dibandingkan regional lainnya lho!!!he-he narsis),shg kita mampu membuat perubahan signifikan menuju kearah kebaikan.
Unt kepengurusan yang baru,kuteriakkan tanpa ragu:
Untuk Tuhan,Bangsa dan asrama tercinta
Teruslah berprestasi dan berkarya!!!

(Ha-ha lucunya LPJ Sy)

Untuk Tanah Kelahiran 1

Monday, November 26th, 2007

Telah terbaca semua karya-karya sastra,trimakasih semuanya.
Trimakasih pd Andrea dan Pramoedya yang membuat nadi ini semakin berdetak dg kencangnya.
Nadi yg digerakkan oleh darah yang menyerap saripati tanah yang "terjajah".
"Terjajah" oleh kemiskinan,ketidakadilan,keterbelakangan pendidikan dan segala "penjajahan" tak berperikemanusiaan.
Tanah kelahiran menyimpan beribu-ribu barrel "emas hitam cair" dibawahnya.
Tanah kelahiran menghamparkan "permadani hijau" dipinggir-pinggir desa yang tak ternilai harganya.
Dari literatur yg terbaca di perpustakaan IPB, kualitas kayu jatinya nomor dua didunia setelah kayu Filicinum Argenia dihutan jarum Finlandia.
Dahulu kala…
Malam-malam masa kecil adalah detik-detik yang istimewa.
Ketika menjelang tidur dihiasi ttg kisah-kisah para ksatria padang pasir.
Diiringi oleh suara-suara khas yang berdenyut dari sumur-sumur pompa.
Menimbulkan kesan "misterius","angker","angkuh",namun penuh dengan "pesona".
Ahad pagi, menghirup segarnya nafas rimba raya.
Memeluk pohon jati yang telah di"stempel" dgn cap Perhutani.
Menyuarakan dengan lantang bahwa tak ada lagi harimau-harimau penguasa rimba sejati selain Perhutani.
Kemudian Kami sapa mesin-mesin pemompa yang tampak asing bg para anak-anak desa.
Mereka bagai robot yang berdiri dengan perkasa dan amat angkuh rasanya.
Menunjukkan supremasinya,lambang Pertamina menempel amat lekat disepanjang pipa.
Ah betapa kayanya tanah kelahiran saya.
Betapa maha pemurahnya Ar-Rozzaaq memercikkan karunia segumpal tanah dr taman surga.
Betapa beruntungnya para "pemilik-pemilik" pompa.
Betapa hebatnya "penguasa" rimba.
Namun itu hanyalah "kulit" saja.
Gubug-gubug terbuat dari pelepah pepohonan rimba berdiri,amat sederhana,reot dan hampir rubuh kelihatannya.
Sebagian besar gedung-gedung sumber ilmu tak ada bedanya dengan gudang mesiu.
Saat musim hujan tiba jalan raya bagaikan selokan saja.
Tenggorokan kering kerontang saat kemarau datang.
Kemiskinan tlah memaksa jemari lembut anak-anak disana terkelupas krn berusaha keras memecah kerasnya bebatuan dipersawahan.

Keabadian Persahabatan

Friday, November 23rd, 2007

Pagi tadi dr balik Gunung Gede,
Malu-malu tunjukkan kecantikannya yg penuh misteri
Terlihat pelangi pagi hari
Harmoni serasi warna-warni
Beginilah seharusnya dunia ini
Penuh keberagaman,penuh perbedaan
Menciptakan spektrum keindahan
Merah,jingga,kuning,hijau,biru ato bahkan hitam
Maka sudah seharusnya keping2 warna itu disatukan
Membentuk keindahan goresan karya lukisan kehidupan
Kuingin menyatukan jiwa-jiwa berserakan
Bersama menapaki cerahnya masa depan
Membuktikan keabadian persahabatan
Satu saat nanti, satu saat nanti…
Mudah-mudahan kita bisa bercengkrama kembali

Alangkah Indah

Tuesday, November 20th, 2007

Alangkah indahnya dunia dipandang mata, bagi mereka hamba-hamba yang telah menemukan hakikat pencarian hidupnya.
Semua serasa mendendangkan nada-nada keagungan-Nya.
Tak peduli awan kehidupan gelap gulita atau terang benderang penuh cahaya, mereka tetap merasa bahagia.
Kebahagiaan yang tak sementara namun kan tetap abadi selama mereka msh merasakan nikmat takwa.
Disinilah rasa syukur menemukan definisi seutuhnya.
Disinilah seorang hamba kan menyerahkan segala yang dipunya kpd Sang Pemilik Segala sebagai sebuah akad jual beli yang adil sempurna.
Dan klimaks dari ini semua adalah tersingkapnya tabir yg menghalangi pandangan mata hati dan wajah Yang Dicari mllui jalan ketaatan yg murni.